Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial(PMKS) Tidak Tersentuh Program Pemerintah Daerah

“Beli Stickernya Om atau sedekahnya Om” kata seorang anak yang setiap petang hingga larut malam berada di Anjungan Pantai Mamuju yang merupakan tempat PK5  menjajakan berbagai macam kunliner, hal ini sudah berlangsung cukup lama,  sekitar 10 sampai 15 orang anak  berumur 9 – 14 tahun  mencari rezeki dengan meminta-minta kepada setiap pengunjung, anak-anak yang seharusnya bermain dan belajar malah mencari nafkah dengan cara  meminta-minta.

Permasalahan sosial yang seharusnya mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kab. Mamuju justru terabaikan.  Bukan hanya persoalan Pengemis saja,  masih banyak persoalan sosial lain  yang tidak tersentuh oleh program Pemerintah  seperti WARIA, PEKERJA SEKS, Kelompok/Komunitas Marginal,  PEMULUNG,  PEREMPUAN RAWAN SOSIAL EKONOMI,  GELANDANGAN,  KORBAN PENYALAHGUNA NAPZA,  ANAK YANG MEMERLUKAN PERLINDUNGAN KHUSUS,  ORANG DENGAN HIV dan masih banyak lagi PMKS  yang dalam UUD 1945 memiliki hak yang sama dengan warga negara lainnya.

UU  No. 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial juga sudah mengamanatkan bahwa mereka adalah kelompok atau warga negara yang wajib mendapatkan perlindungan Sosial, Kesehatan dan Ekonomi. Hal ini seharusnya  menpatkan perhatian  serius dari Pemerintah Kab. Mamuju utamanya Dinas Sosial, Transmigrasi dan Tenaga Kerja  sesuai dengan Tupoksinya, tapi pada kenyataanya PMKS  di Kab. Mamuju malah terabaikan bahkan  didata pun mereka tidak pernah, sedangkan Kementerian Sosial sudah menginstruksikan melalui Permensos No. 8 Tentang PENDATAAN DAN PENGELOLAAN DATA PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN POTENSI DAN SUMBER KESEJAHTERAAN SOSIAL.

Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial  sangatlah di perlukan untuk Penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang merupakan  upaya terarah, terpadu, dan berkelanjutan yang dilakukan Pemerintah Pusat ,  Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial guna memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara  yang meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial.

 

Advertisements

Posted on September 5, 2014, in Tulisanku. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: