PESONA OBYEK WISATA PANTAI LOMBANG-LOMBANG

8-_pantai_lombang-ombang_kab_mDeretan pohon kelapa di sisi kiri dan kanan dengan buah bergantungan, bagaikan pagar hidup menyambut kedatangan para pengunjung ketika memasuki gerbang pantai Lombang-lombang yang terletak di kelurahan Sinyonyoi kecamatan Kalukku Kab. Mamuju Prov. Sulawesi Barat. Tak berapa lama setelah itu terlihat tepi laut dengan ombak yang memecah di bibir pantai.

Deretan warung  menjajakan makanan dan minuman tampak siap melayani pengunjung, terlihat duduk didalamnya beberapa pengunjung sedang menikmati penganan khas Sulbar dan segarnya kelapa muda pantai Lombang-lombang.  Pantai Lombang-lombang  yang landai dengan pasir sedikit kecoklatan terbentang mulai dari arah selatan hingga utara kecamatan Kalukkku. “Panjangnya kurang lebih satu setengah kilo meter, sedangkan lebarnya bisa 80 meter jika air surut,” ujar Lurah Sinyonyoi, saat ditemui di pantai Lombang-lombang, Minggu (25/8).

Di siang hari, banyak cara bagi pengunjung untuk bisa menikmati landainya pantai Lombang-lombang, ada yang bermain bola, bermain pasir, merasakan sejuknya air dengan berendam sambil bermain di laut, atau sekedar menikmati hembusan angin laut dan desiran ombak yang memecah ditepi pantai di gazebo, atau cukup duduk di bawah rindangnya pepohonan yang terdapat di tepi pantai. Untuk bermain di laut ada ban yang disewakan penduduk setempat, bahkan jika pengunjung ramai Sampan atau perahu tradisional juga tersedia di pantai tersebut.

Pesona tersembunyi Lombang-lombang bisa dirasakan pada malam hari. Untuk bermalam fasilitas akomodasi hanya tersedia berupa gubuk-gubuk yang disewakan olah warga setempat , meski jumlahnya tidak banyak yakni depalan unit. Namun sebagian pengunjung lebih memilih membangung kemah-kemah diatas hamparan pasir beralaskan tikar.

Minimnya fasilitas akomodasi di pantai Lombang-lombang terasa terobati dengan hembusan angin yang menerpa dedaunan pohon kelapa membuat suara khas, dipadukan dengan desiran ombak dan cahaya rembulan membuat air tampak sedikit berkilauan di malam hari jika langit sedang tak berawan. Apalagi sambil menikmati ikan bakar hasil memancing sendiri bersama rekan atau dibeli dari nelayan yang setiap petang pulang melaut dengan membawa ikan segar.

Camping di udara terbuka  lebih asik untuk menikmatai susana malam Lombang-lombang. Pada malam hari, kepiting pasir dan kelomang dengan bentuk cangkang yang beragam kerap keluar dan mendatangi orang-orang yang beraktifitas di pantai. Entah penasaran atau terganggu dengan kehadiran manusia, yang pasti kehadiran kepiting dan kelomang tersebut seakan memberi ucapan selamat datang pada para pengunjung Lombang-lombang.

Menuju Lombang-lombang bisa dengan kendaraan roda dua ataupun empat dengan jarak tempuh kurang lebih 30 KM dari Kota Mamuju dan sekitar 1 KM dari bandara Tampadang Mamuju. Sayangnya Lombang-lombang masih kurang banyak di lirik wisatawan lokal apalagi wisatawan asing, ini disebabkan karena kurangnya fasilitas akomodasi dan transfortasi umum. Padahal jalan menuju Lombang-lombang cukup bagus sebab barada di jalur trans sulawesi.

Selain itu sebagai tempat rekreasi wisata alam, Lombang-lombang masih dikelola secara sederhana yang saat ini ditangani warga, yang dikoordinir kelurahan setempat.“Untuk  masuk ke pantai ini kami pungut 5000 ribu rupiah, sebagian untuk perwatan,” demikian ungkap Lurah Sinyonyoi.

Advertisements

Posted on November 5, 2014, in Tulisanku. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: